SEmangat PAGI Sobat...dan tentu masih dalam SEmangat BERBAGI :)
Modus Penipuan Via Telpon saat ini sangat beranekaragam, hal ini dapat kita hindari dengan cara banyak membaca, mencari dan pastinya berbagi / share informasi dengan sobat lainnya:) .
Modus Penipuan Via Telpon saat ini sangat beranekaragam, hal ini dapat kita hindari dengan cara banyak membaca, mencari dan pastinya berbagi / share informasi dengan sobat lainnya:) .
Postingan kali ini saya ingin berbagi cerita tentang salah satu modus penipuan via telpon yang menimpa keluarga saya. Tentu dengan harapan semoga kejadian ini tidak menimpa, apalagi sampai memakan korban lainnya, terutama bagi sobat yang biasa bekerja/bisnis/tugas keluar kota/negeri, ataupun sering bepergian meninggalkan rumah yang hanya dihuni oleh orangtua, kerabat ataupun PRT.
Saya inisialkan demi menjaga privasi dan nama baik masing-masing institusi/pribadi. Mohon maaf jika masih ada kesamaan nama, jabatan, tempat dan waktu (PISS!).
Berawal saat Mama ditemani adik saya tiba-tiba datang kerumah dengan terisak-isak menceritakan tentang kecelakaan yang menimpa keponakan saya yang kebetulan tinggal agak jauh
dari kediaman kami. Tidak begitu jelas informasi yang saya dapat dari Mama karena suaranya berat dan diiringi tangis, adik saya ikut membantu jelaskan (meskipun tetap tidak fokus 100% lihat mama nangis :( ).
Lagipula banyak info janggal dari keterangan yang diberikan - saya kasih note :)
Mama : Ziz, tadi ada telp dari polisi katanya IZ*T (keponakan) kecelakaan, tabrakan, kepalanya pecah
dan sekarang ada di RS FA**I. TU*I juga (kakak ipar) dihubungi dari tadi HPnya ga aktif2.
Mana YU*RO lagi jauh. Kasihan disana TU*I sendirian, repot tidak ada yang nemenin...blabla...
(saat itu jam sekolah, anak SD lagi sibuk-sibuknya belajar dan bermain!).
Saya : Sebentar Ma, tadi dicatat info lengkapnya?
(penting! biasakan untuk selalu memperoleh informasi lengkap)
Mama : Iya, daritadi telp krang kring terus, tadi YU*I bantuin nyatet dan terima telpon.
(untung adik saya juga masih dirumah!)
YU*I : Iya Mas, barusan ada Telp dari Polsek D**K, namanya BRIPTA D**NAEDI ngasih kabar
Saya : Sebentar Ma, tadi dicatat info lengkapnya?
(penting! biasakan untuk selalu memperoleh informasi lengkap)
Mama : Iya, daritadi telp krang kring terus, tadi YU*I bantuin nyatet dan terima telpon.
(untung adik saya juga masih dirumah!)
YU*I : Iya Mas, barusan ada Telp dari Polsek D**K, namanya BRIPTA D**NAEDI ngasih kabar
kalo IZ*T tabrakan dan sekarang di IGD FA**I. Mba TU*I dihubungi ga bisa, mailbox terus.
Kita lalu disuruh menghubungi dr. H**DOKO secepatnya karena IZ*T koma, kepalanya
Kita lalu disuruh menghubungi dr. H**DOKO secepatnya karena IZ*T koma, kepalanya
pecah, takut ga ketolong makanya mau langsung dioperasi saat ini juga, nih no.hpnya.
(nah lho ANEH, masa RS sebonafid ini prosedur pelayanannya begini? Lagipula, rajin amat tuh
(nah lho ANEH, masa RS sebonafid ini prosedur pelayanannya begini? Lagipula, rajin amat tuh
dokter ampe ngasih no.hp pribadinya - 08**10233629 - ke polisi untuk disampaikan kekeluarga
korban...apa maksudnya nih?).
Saya : Ok, sebentar dihubungi. (kenyataannya kita tidak menghubungi no.tsb :p )
TENANG, LOGIS dan tentu BERDO'A !
Ya karena tidak pegang buku Yellowpages, langsung aja telp 147 dan tentunya browsing/OL untuk mencari info / no. telp dari pihak-pihak yang disebutkan diatas.
Kita langsung menghubungi Polsek D**K untuk mencaritahu petugas yang bernama BRIPTA D**NAEDI. Ternyata tidak ada Petugas a/n tsb! Malah dijawab "...yang ada POLTENG S*B*, ituloh yang ada di TV :)"...ini polisi update banget ya! Ditanya ko' malah ngegosip, padahal kita lagi serius2nya lho pak :( !
Kita sih lumayan terhibur dan masih berfikir mungkin BRIPTA D**NAEDI ini dari polsek lain (Tapi tetap keraguan semakin kuat).
Kita lalu menghubungi IGD FA**I yang kenyataannya adalah -Alhamdulillah- tidak ada satu pasien pun korban kecelakaan dari D**K, juga tidak ada pasien IGD a/n IZ*T (Ok, mulai yakin ini TEROR!).
Tapi karena belum bisa nelpon hp mba TU*I sama sekali, tetap saja saat itu orang tua belum tenang dan masih diliputi kecemasan yg teramat sangat (tujuan TEROR ya memang bikin korban cemas :) ).
Nah, untuk menguatkan keyakinan orangtua bahwa ini adalah benar2 penipuan, tambah info dari teman lainnya (tentu yang kompeten dibidangnya), sms, chat, telpon dan yang pasti terus berdo'a!
Kita menunggu (karena hp tetap saja mailbox) sampai akhirnya mba TU*I menghubungi YU*I untuk memberitahukan bahwa info tsb TIDAK BENAR. Alhamdulillah, sekarang kami semua baru benar-benar bisa TENANG. Selidik punya selidik, katanya hp dititip keteman saat (saking sibuk2nya) bekerja. Nah, saat itulah ada penelpon gelap yang mengatasnamakan kepolisian (Ditserse Narkoba) yg memberitahu bahwa No. Hp tsb (milik kakak ipar) diindikasikan telah digunakan oleh sindikat narkoba untuk melakukan transaksi. (ko' bisa?). Guna membantu Pihak Polisi untuk melacak dan meringkus sindikat Narkoba ini, pemegang No. hp diminta untuk mematikan HPnya selama 30 menit (Nah lho, siapa yang bingung dan tidak panik!?)
Jika cari aman -ingin menjadi WNI yang baik dan benar guna membantu polisi memberantas narkoba- ya HP dimatikan saja :p
SINDIKAT PENIPU ini PINTAR !
Jika kita telaah urutan kejadiannya, awalnya sindikat ini dengan sengaja MENEROR mba TU*I untuk kemudian (pada akhirnya) mematikan HPnya. Tujuannya jelas, untuk mempermudah mereka melancarkan aksi selanjutnya kepada keluarga mba TU*I! Ya, target UTAMA sindikat ini bukanlah mba TU*I, melainkan KELUARGA2 KORBAN dilain tempat! Menipu yang satu dengan target yg lain.
Saya : Ok, sebentar dihubungi. (kenyataannya kita tidak menghubungi no.tsb :p )
TENANG, LOGIS dan tentu BERDO'A !
Ya karena tidak pegang buku Yellowpages, langsung aja telp 147 dan tentunya browsing/OL untuk mencari info / no. telp dari pihak-pihak yang disebutkan diatas.
Kita langsung menghubungi Polsek D**K untuk mencaritahu petugas yang bernama BRIPTA D**NAEDI. Ternyata tidak ada Petugas a/n tsb! Malah dijawab "...yang ada POLTENG S*B*, ituloh yang ada di TV :)"...ini polisi update banget ya! Ditanya ko' malah ngegosip, padahal kita lagi serius2nya lho pak :( !
Kita sih lumayan terhibur dan masih berfikir mungkin BRIPTA D**NAEDI ini dari polsek lain (Tapi tetap keraguan semakin kuat).
Kita lalu menghubungi IGD FA**I yang kenyataannya adalah -Alhamdulillah- tidak ada satu pasien pun korban kecelakaan dari D**K, juga tidak ada pasien IGD a/n IZ*T (Ok, mulai yakin ini TEROR!).
Tapi karena belum bisa nelpon hp mba TU*I sama sekali, tetap saja saat itu orang tua belum tenang dan masih diliputi kecemasan yg teramat sangat (tujuan TEROR ya memang bikin korban cemas :) ).
Nah, untuk menguatkan keyakinan orangtua bahwa ini adalah benar2 penipuan, tambah info dari teman lainnya (tentu yang kompeten dibidangnya), sms, chat, telpon dan yang pasti terus berdo'a!
Kita menunggu (karena hp tetap saja mailbox) sampai akhirnya mba TU*I menghubungi YU*I untuk memberitahukan bahwa info tsb TIDAK BENAR. Alhamdulillah, sekarang kami semua baru benar-benar bisa TENANG. Selidik punya selidik, katanya hp dititip keteman saat (saking sibuk2nya) bekerja. Nah, saat itulah ada penelpon gelap yang mengatasnamakan kepolisian (Ditserse Narkoba) yg memberitahu bahwa No. Hp tsb (milik kakak ipar) diindikasikan telah digunakan oleh sindikat narkoba untuk melakukan transaksi. (ko' bisa?). Guna membantu Pihak Polisi untuk melacak dan meringkus sindikat Narkoba ini, pemegang No. hp diminta untuk mematikan HPnya selama 30 menit (Nah lho, siapa yang bingung dan tidak panik!?)
Jika cari aman -ingin menjadi WNI yang baik dan benar guna membantu polisi memberantas narkoba- ya HP dimatikan saja :p
SINDIKAT PENIPU ini PINTAR !
Jika kita telaah urutan kejadiannya, awalnya sindikat ini dengan sengaja MENEROR mba TU*I untuk kemudian (pada akhirnya) mematikan HPnya. Tujuannya jelas, untuk mempermudah mereka melancarkan aksi selanjutnya kepada keluarga mba TU*I! Ya, target UTAMA sindikat ini bukanlah mba TU*I, melainkan KELUARGA2 KORBAN dilain tempat! Menipu yang satu dengan target yg lain.
Misal, jika PANIK karena tidak dapat juga menghubungi No mba TU*I, maka sindikat ini berfikir tentu kami akan langsung menghubungi no.telp dr. HAHANDOKO - 08**10233629 -. Selanjutnya ya bisa ditebak, apalagi jika bukan masalah DUIT! Kami akan lebih mudah digiring untuk melakukan apa yang DIPERINTAHKAN oleh mereka, mentransfer sejumlah DUIT untuk Biaya Operasi IZ*T.
Tapi mereka salah, ternyata kami tidak gegabah (walau panik!), dan hp mba TU*I juga benar-benar dimatikan (tdk hanya 30 menit, tp benar2 tidak aktif sama sekali) sampai keadaan benar2 kondusif, kemudian baru memberi kabar setelah melihat mailbox dan sms dari kami (mba TU*I pun tidak mengira strategi sindikat ini :) Intinya adalah kami sekeluarga, Alhamdulillah masih dilindungi oleh Allah SWT.
TIPS !
Sobat, pastilah ada hikmah dari setiap kejadian. Nah, dari kejadian diatas berikut adalah Tips jika Sobat menerima telpon dari oknum/seseorang yang tidak dikenal (penelpon gelap yang berniat melakukan teror/penipuan) :
1. Apa dan bagaimanapun Sobat harus selalu ingat bahwa ALLAH SWT bersama KITA.
2. Gali Informasi sedalam-dalamnya saat menerima telp dan catat.
3. Bersikap dan berfikir Logis, Tenang, Sabar (tidak terburu-buru menelan bulat2 info mentah yg diterima,
gunakan logika saja :) ).
4. Ingat, Sobat tidak sendirian dimukabumi ini :)
4. Ingat, Sobat tidak sendirian dimukabumi ini :)
Sobat dapat curhat dengan yg lain (teman/tetangga/orang sekitar). Telp 147, searching Google, sms-chat-
BBM-telp yang lain untuk dimintakan pendapat, apapun caranya itu, dapatkan info tambahan mengenai
kabar ini (nama/no.telp/alamat dari pihak2 yang terkait dengan isi berita penelpon gelap tsb).
5. JANGAN pernah menghubungi mereka! (Ya, kunci dari ini semua adalah : JANGAN sekali-kali berfikir
5. JANGAN pernah menghubungi mereka! (Ya, kunci dari ini semua adalah : JANGAN sekali-kali berfikir
untuk menelpon mereka, apalagi jika yg diberikan adalah No. HP yg tdk jelas)
Tapi tolong DIINGAT, tips diatas tidak berlaku jika si penelpon memang JELAS (identitas dan informasi-nya) ya Sob! :)
Seperti kata bang NAPI bilang...WASPADALAH...WASPADALAH...!!!
Lets Learn, Earn and Share !
Terima kasih gan infonya, sungguh sangat bermanfaat.
BalasHapus